Tips Berbelanja di Pasar Tanah Abang

Kali ini aku akan posting mengenai Belanja di Pasar Grosir Tanah Abang. Aku ke sini untuk beli baju lebaran untuk keluargaku. Ups, bukannya masih lama ya. Emang. Berhubung mungkin sudah tidak ada waktu lagi (6 Agustus aku sudah cao dari Jakarta) dan ada yang nemenin, hehehe. Jadi ya hari ini saja belanja baju lebarannya. Hahaha.

Siapa si yang tidak kenal dengan Pasar Grosir Tanah Abang (banyak kali, hehehe). Nama Pasar Grosir Tanah Abang sudah cukup melegenda, tidak hanya di Jakarta, Pulau Jawa, bahkan sudah merambah ke manca negara. Pasar Tanah Abang terletak di Jl. KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Banyak sekali transportasi publik yang menuju ke Pasar Tanah Abang. Dari Lebak Bulus bisa naik Kopaja S615 atau P13, dari Kalideres naik Kopaja B93, dari Ragunan naik Kopaja P19, dari Kampung Rambutan naik Kopaja T502, dari Blok M naik Kopaja S608, dan dari Kampung Melayu bisa naik Kopaja 502, wuih, aku kaya kondektur aja. Hahaha. Namun sayangnya halte Bus Way belum menjangkau area ini.
Nama Tanah Abang lahir dari cerita pengepungan tentara Kerajaan Mataram pada tahun 1628 ke Kota Batavia. Ketika itu, tentara Mataram menyerbu Kota Batavia dari segala penjuru dan menggunakan Tanah Abang sebagai pangkalan, karena pada waktu itu Tanah Abang merupakan tanah berbukit dan di sekitarnya banyak di genangan rawa. Karena tanahnya yang merah atau “Abang” dalam bahasa Jawa, maka lahirlah nama Tanah Abang yang berarti Tanah Merah.
Kilas balik ke belakang, (tanggung rasanya sudah membahas sejarah nama namun tidak membahas sejarah berdirinya Pasar Tanah Abang, hehehe), pada tanggal 30 Agustus 1735, seorang Belanda yang sangat kaya, yang bernama Justinus Vinck, mendapat izin dari Gubernur Jenderal Abraham Patram untuk membangun dua buah Pasar: Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen. Dulunya Pasar Tanah Abang bernama Pasar Weltervreden dengan hari pasaran adalah Hari Sabtu. Saat itu, Pasar Tanah Abang dikhususkan untuk menjual tekstil dan kelontong, sedangkan Pasar Senen menjual sayuran. Kemudian pada tahun 1740, Pasar Tanah Abang terbakar seiring dengan insiden pembantaian orang-orang Cina. Pasar kembali dibangun pada 1881 dan saat itu, hari pasaran yang semula adalah Hari Sabtu ditambah menjadi Hari Rabu sehingga pasar buka dua kali dalam seminggu. Perbaikan terus dilakukan sehingga pada tahun 1926, bangunan pasar menjadi tiga los panjang dengan dinding bata dan beratap genteng.
Pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, sekitar tahun 1972, pasar dibangun tiga lantai yang terdiri empat blok dan ber-AC. Kemudian pada awal 1990 kembali diremajakan setelah terjadi kebakaran besar. Pada tahun 2002, Pasar Tanah Abang dibagi dibangun, diperluas, dan dipercantik, sehingga terbagi menjadi enam blok (A-F), dengan terdapat 7.546 buah tempat usaha dengan jumlah pedagang 4.648 orang dan menempati areal seluas 82.386,5 meter persegi. Perkembangan beberapa tahun ini oleh Pemerintah Ibu Kota Jakarta dibangunlah dan di modernisasi Pasar Tanah Abang menjadi gedung perbelanjaan bertingkat 10 yang mewah dan modern serta nyaman dan ber-AC, yang menjadikan pelanggan semakin betah berlama-lama belanja di Tanah Abang. Dengan jumlah kios yang lebih dari 10.000 dan suasana gedung Pasar Tanah Abang kini sudah jauh lebih modern dan nyaman.
Karena saking luasnya, aku pernah nyasar ketika pertama kali ke sini, hehehe. Pada bangunan utama yang gedhenya minta ampun, dibagi menjadi dua blok: A dan B. Di sini, terdiri dari berapa lantai ya, buanyak deh pokoknya. Hahaha.
  • Lantai B1 dijual gorden dan berbagai macam bahan atau kain, seperti; jeans, kebaya, batik, juga berbagai macam sprei, bad cover, dan bantal;
  • Lantai SLG (Semi-Lower Ground), semua jenis baju wanita ada di lantai ini mulai dari kebaya jadi, blouse, baju muslim, mukena, kaos, jilbab dll;
  • Lantai LG (Lower Ground) sama dengan yang ada di SLG , namun banyak juga ditemuin baju anak-anak;
  • Lantai G (Ground) terdapat spanduk gedhe banget yang nyebutin kalo lantai ini adalah pusatnya pakaian cowok;
  • Lantai 1 juga merupakan pusatnya pakaian cowok;
  • Lantai 2 gantian pakaian wanita,
  • Lantai 3 dijual segala jenis tas, sabuk, dompet, aksesoris wanita seperti gelang, kalung, bross, dll;
  • Lantai 3A merupakan pusatnya sepatu;
  • Lantai 5 ada dari mulai baju wanita, anak-anak sampai pakaian cowok ada di sini;
  • Lantai 6 bisa dikatakan pusatnya baju gaul anak muda, hehehe
  • Lantai 7 koq kosong ya, g tahu nih, hehehe;
  • Lantai 8 merupakan Food Court, ada KFC, Texas, dan makanan tradisional.
Saking gedhenya dan luasnya, mungkin waktu seharian tidak bakalan cukup deh untuk “berpetualang” menelusuri Pasar Tanah Abang, hehehe, lebay. Berikut aku sampaikan beberapa tips berbelanja di Pasar Tanah Abang.
  1. Tulis dulu semua barang atau keperluan yang ingin dibeli. Soalnya ketika masuk ke sini, khususnya bagi Anda pecinta shopping dan fashion, sudah pasti tergiur untuk berlama-lama di sini, hehehe. Pengen beli A, B, C, e malah beli E, F, G. Hal seperti itu sering terjadi. Kalau budget gedhe sih g masalah,  namun ketika budget pas-pasan itu yang jadi masalah, hehehe.
  2. Waktu menjadi sangat penting. Pada hari-hari weekdays, biasanya yang berkunjung adalah para grosir, sedangkan pada weekend, yang berkunjung adalah person yang membeli untuk kepentingan pribadi. Jadi, sikap pedagang akan sedikit “berbeda”, hehehe. Usahakan datang pukul 09.00, karena pagi-pagi betul Pasar Tanah Abang sudah buka, malahan ada yang sudah membuka lapak subuh, Wow. Kalau Anda datang siang, plus weekend, dipastikan akan ramai, penuh sesak. Dan di saat ini membawa anak-anak atau balita sangat tidak direkomendasikan karena akan menyengsarakan mereka saja. Hahaha.
  3. Ingat bahwa ini adalah Pasar Grosir. Disarankan untuk membeli dalam jumlah yang besar agar memperoleh harga yang murah. Para pedagang banyak yang mematok jumlah minimal tiga. Jadi, kalau beli satuan, harganya bisa beda sekitar 10-20 ribu (mungkin lebih) daripada membeli at least 3 biji. Ada juga yang mematok setengah lusinan untuk harga grosir, malahan ada yang satu kodi (20). Tergantung pedangangnya si.
  4. Jangan lupa nawar. Hehehe. Di sini pedagangnya sudah biasa menghadapi pembeli yang menawar, jadi santai saja dan menawarlah dengan harga yang pantas. Hehehe. Atau kalau Anda tipe-tipe yang “betah” belanja, maka silakan saja membanding-bandingkan  harga dari satu kios ke kios lainnya. Dijamin puyeng dan lama. Hahaha.
  5. Namun perlu juga diingat bahwa “ana rega ana rupa”, maksudnya kualitas sangat mempengaruhi harga. Jangan sampai Anda tergiur dengan barang dengan harga murah namun dengan kualitas yang tidak bagus. Pengalaman mending beli barang yang ada di dalam gedung, entah itu Blok A atau B. Kalau beli di luar, semisal Blok F, harganya bisa beda (jauh lebih mahal), karena pedangang-pedagang di sana juga mengambil barang di dalam.
  6. Dan yang terakhir, buatlah janji dengan si pedagang, minta nomornya, kartu nama, kalau ada apa-apa. Ada apa-apa ini bisa sifatnya positif dan negatif. Negatifnya misalkan barang yang Anda beli ternyata rusak, tidak pas, atau tidak cocok. Mungkin saja bisa ditukar bila terlebih dahulu buat janji dengan si pedagang. Postifinya adalah bisa jadi si pedagang akan menjadi rekan/mitra bisnis Anda. Anda bisa bilang kalau bagus, nanti akan datang lagi, beli lebih banyak, dan bla-bla-bla, jiwa kewirausahaan dan bisnis Anda yang menentukan. Hahaha.
sumber: http://mujiyaulkhaq.wordpress.com
class='comments card-panel' id='comments'>