Beberapa Jenis Brokat


20004-1-1Brokat  bukanlah bahan renda (lace), bukan pula embroidery atau kain lainnya. Brokat atau  brocade adalah jenis kain yang kaya akan dekorasi, seringkali dibuat menggunakan sutra berwarna, dengan atau tanpa benang emas dan perak. ‘Brocade’, berasal dari akar kata yang sama dengan kata ‘brocolli’, dari kata Italia broccato y ang berarti kain yang di-embos. Sumber lain mengatakan bahwa kata brokat berasal dari bahasa Latin broccare yang artinya menusuk. Hal itu menunjukkan bahwa kain brocade dapat disamakan dengan needle work. Oleh karena itu teknik menenun kain brocade sering juga disebut sebagai tenun sulam (embroidery weaving atau loom embroidery).Seringkali brokat menampilkan pola yang rumit misalnya bunga-bunga, tanaman, dan unsur-unsur alam lainnya. Selama berabad-abad brokat menjadi pilihan tepat untuk upholstery perabot rumah yang formal. Meskipun kebiasaan ini berkurang setelah pertengahan abad ke 20, brokat masih  dianggap ­pilihan tepat untuk melapisi kembali sofa dan kursi antik. Brokat juga digunakan sebagai gorden, dan dianggap memberi kesan agak formal pada ruangan. Draperi dari brokat sering ­dipakai di ruang tamu dan sebagai bagian dari tirai tempat tidur model kanopi. Hiasan dinding dari brokat sutra dipakai untuk memberi warna dan daya tarik pada ruangan atau lorong di dalam rumah. Selain itu, brokat juga dipakai untuk membuat busana resmi atau kostum panggung.

Bahan ini juga pilihan populer untuk busana pengantin, khususnya dalam desain-desain mewah ala era Victoria. Pada dasarnya, brokat adalah kain yang ideal digunakan bila pemakai menginginkan busana yang elegan dan sophisticated, yang seketika menarik perhatian pada dirinya.Dalam dunia fashion, penggunaan kain brokat menjadi favorit para desainer. Penggunaan kain brokat dalam dunia fashion pun hampir tak terbatas. Ia tidak hanya cantik untuk pakaian malam yang mewah atau pun gaun pengantin saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai pakaian-pakaian semi formal. Penggunaannya pun tidak khusus untuk wanita. Pria pun dapat mengenakan dasi atau bahkan bath robe dan slipper yang terbuat dari kain brokat .Di wilayah China, bahkan terdapat  pakaian khas China baik untuk wanita, pria, maupun anak-anak yang terbuat dari kain brokat dengan harga mahal maupun yang berharga cukup murah. Tentunya perbedaan tersebut terjadi karena bahan yang digunakannya berbeda. Pakaian-pakain tradsional tersebut belum tentu terbuat dari serat sutra 100% melainkan terbuat dari 100% serat sintetis yang kurang nyaman ketika dikenakan.

Berikut ini beberapa jenis brokat yang menarik.  Brokat Varanasi adalah brokat yang dikenal dengan sebutan kinkhab atau kamkhwab. Kedua sebutan tersebut memiliki arti ’kain emas yang jarang dilihat meski dalam mimpi sekalipun’.Brokat ini merupakan tenunan sutra berwarna dan benang emas, yang menampilkan desain-desain flora yang sangat atraktif. Kehalusan tekstur, warna yang ‘hidup’, dan tembus pandang, itulah ciri-ciri tenunan sutra dari India. Varanasi, pusat tenun, bukan hanya terkenal dengan brokat kinkab-nya tapi juga berkat variasi teknik dan jenisnya yang beragam. Brokat-brokat ini dikenal dengan nama-nama puitis seperti ’chand tara’ (bulan dan bintang), ’bulbul chasm’ (mata burung bulbul), ’dhupchhaon’ (sinar matahari dan bayangan), ’mazchar’ (riak air sungai), dan lain-lain. Selain Varanasi, pusat pembuatan kain brokat di India yang terkenal ke seluruh dunia adalah Ahmedabad dan Surat.
Kemudian dikenal juga  Brokat Awan Nanking. Brokat ini adalah satu dari tiga brokat paling terkenal di China. Desainnya yang anggun dan halus, dengan warna-warni yang indah, benar-benar mirip awan di langit, sehingga pantaslah bila disebut juga sebagai ‘Yunjin’ (brokat awan). Awal mula brokat ini bisa dirunut sampai ke masa 1500 tahun lampau. Dulunya brokat ini hanya dipakai oleh kaisar dan anggota keluarga kaisar pada dinasti Yuan, Ming, dan Qing. Pada masa dinasti Qing, barulah brokat bermotif awan Nanking meluas pemakaiannya dan berkembang pesat.
Berikutnya adalah Brokat dari Syria.Brokat Syria buatan tangan telah tersohor selama berabad-abad, dibuat dari sutra berkualitas. Oleh bangsa Arab disebut ‘brokard’, nama yang berasal dari bahasa kuno ketika ‘brokard’ memiliki arti ‘karya Brahim’. Memang dipercaya bahwa pendeta Brahim mengembangkan sutra halus pada masa Sebelum Masehi. Sayangnya, saat ini hanya tinggal dua pabrik yang masih membuat kain ini. Hasilnya adalah brokat sutra yang oleh pemiliknya diklaim lebih superior dari produk sejenis mana pun, dan dipesan oleh pelanggan VVIP, termasuk Vatikan, dan para desainer top dunia.

(sumber: fashionpro)
class='comments card-panel' id='comments'>