Pedagang Blok G Tanah Abang Cemaskan Omzet


Pedagang di Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, cemas karena kecilnya omzet per hari. Kecilnya konsumen yang datang ke Blok G diduga karena terbatasnya kreasi pedagang dan minimnya akses di setiap lantai.
"Sejak pindah ke Blok G, omzet per hari hanya Rp 200.000-Rp 250.000. Bahkan sering kali kurang dari itu,” kata Hasanah, pedagang baju di lantai 3 Blok G, Minggu (1/12/2013).
Omzetnya saat ini, kata Hasanah, berkurang setengah bila dibandingkan saat masih berjualan di sepadan Jalan Kebonjati.
Arman, pedagang Blok G lainnya, mengatakan, konsumen sepertinya enggan susah payah menapaki tangga menuju kios miliknya di lantai 3. Barang yang dijual nyaris serupa dengan ratusan kios yang ada di lantai 1 dan 2 sehingga tidak banyak konsumen yang tertarik naik.
”Saya serba salah. Mau buat inovasi menjual barang lain, tidak punya ide. Tetapi kalau seperti ini terus saya mungkin bisa gulung tikar,” katanya.
Oleh karena itu, Arman meminta Pemprov DKI Jakarta segera membuat terobosan. Ia mengharapkan akses dari lantai dasar menuju lantai 3 dipermudah. Pembangunan tangga berjalan diharapkan meningkatkan minat konsumen mengunjungi semua lantai di Blok G.
Kondisi itu kontras dengan nasib pemilik kios di pinggir jalan Kebonjati, depan Blok G. Dengan jenis barang dagangan yang sama dengan pedagang di Blok G, omzet per harinya jauh lebih tinggi.
Marwati, salah seorang pedagang pakaian di Jalan Kebonjati, mengatakan, omzetnya berkisar Rp 500.000-Rp 600.000 per hari. ”Terus terang pascarelokasi dagangan saya lebih laku. Dulu calon konsumen memilih belanja pada PKL karena lebih praktis,” katanya.
Tangga berjalan
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Pengelola Pasar Blok G T Warimin meminta pedagang bersabar dulu. Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya kreatif untuk menarik minat konsumen ke Blok G.
”Salah satunya dengan menggelar kegiatan kesenian dan budaya di depan Blok G setiap akhir pekan,” ujarnya.
Menurut Warimin, rekayasa teknis kawasan Blok G juga terus dilakukan. Di setiap lantai, sedikitnya ada tiga tangga yang disediakan bagi pengunjung.
Pembuatan akses jalan langsung dari Blok G ke Blok F juga terus dilakukan, dan ditargetkan selesai akhir Desember 2013. Akses tersebut diyakini bisa meningkatkan jumlah kunjungan konsumen.
Selain itu, pihaknya juga segera merampungkan pembuatan tangga berjalan yang menghubungkan setiap lantai di Blok G. Diharapkan empat bulan ke depan dari sekarang, eskalator sudah bisa dinikmati konsumen.
Pantauan Kompas, pascarelokasi pedagang kaki lima ke Blok G, suasana jalan-jalan sekitar Tanah Abang jauh lebih lengang. Tidak terlihat kendaraan pribadi dan angkutan umum berebut lahan dengan ratusan pedagang kaki lima.
Jalan Kebonjati dan Jalan Jatibaru yang dulu dijadikan lapak dadakan PKL, kini lebih lenggang. Saat ini, tercatat 870 pedagang eks PKL Tanah Abang, yang mayoritas berjualan baju dan bahan sandang, menempati lapak baru di Blok G. Petugas satuan polisi pamong praja dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih berjaga di jalan-jalan sekitar Blok G.

sumber: tribunnews
class='comments card-panel' id='comments'>