PKL Tanah Abang ''Makan" Jalan, Apa Kata Ahok?


Jakarta - Jelang masa Ramadhan, PKL yang sudah direlokasi ke Blok G Tanah Abang kembali turun ke jalan. Padahal pemerintah provinsi DKI Jakarta sudah berusaha keras melakukan penertiban dan relokasi karena keberadaan PKL tersebut bertentangan dengan Perda Ketertiban Umum.

Hal ini membuat Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama merasa geram. “Makanya kita akan tangkap. Kita akan razia nanti besar-besaran,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (10/6/2014).

Tetapi, Ahok mahfum banyak PKL yang membandel dan main kucing-kucingan dengan petugas. Karena itu pihaknya sedang memikirkan cara razia yang efektif. 

“Kita lagi pikirkan caranya gimana nih. Kita mau tangkap yang nyewainnya, kita akan kenakan misalnya kejar pajaknya juga. Jadi ada MoU dengan dirjen pajak,” kata dia lagi.

Ahok juga mengatakan salah satu rencana untuk membuat jera juga dengan menyita barang dagangan PKL yang terazia.

Sebelumnya, kondisi PKL Tanah Abang kembali kambuh dan balik lagi ke jalan. Pantauan detikcom yang mendatangi Tanah Abang, di depan Blok G hingga ke Blok A, Selasa (10/6/2014) sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, memang tampak PKL mengisi satu lajur badan jalan. Para PKL itu tidak kapok meski Satpol PP kerap melakukan razia.

“Tadi pagi memang ada razia dari Trantib, banyak yang nggak keluar. Sekarang sering razia dari Trantib, terakhir tadi pagi,” kata Asep, pedagang minuman dan rokok di Jalan Jati Bunder, Tanah Abang.

Beberapa pedagang lain menyatakan ada banyak alasan mereka kembali ke jalan, mulai dari sepinya Blok G padahal sudah ada escalator, pedagang yang pindah ke Monas, kurangnya keamanan.

Sementara itu, di lantai 1 Blok G yang sedang banjir semata kaki akibat hujan deras, terlihat masih banyak kios yang buka. Sedangkan di lantai 2, hanya beberapa kios saja yang buka. Di lantai 3, nihil kios yang buka.

sumber: detik
class='comments card-panel' id='comments'>